Oleh: lenaunsa | Juni 17, 2008

Gunung Anak Krakatau Keluarkan Sinar Api

Liputan6.com, Serang:

17/06/2008 08:30

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Selasa (17/6) dini hari mengeluarkan sinar api disertai bunyi dentuman. “Sinar api ke udara itu hanya terlihat di sepanjang dua kilo meter dari titik letusan gunung, ” kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK), Anton Tripambudi, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

Anton mengatakan, karena cuaca Gunung Anak Krakatau masih diselimuti kabut tebal jadi tidak terlihat semburan sinar api itu. “Akan tetapi melalui penglihatan jarak jauh (teropong) di Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau terlihat jelas semburan api,” kata Anton.

Oleh karena itu, kata Anton, hingga kini status Anak Krakatau oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Departemen Sumber Daya Mineral, Bandung, Jawa Barat, masih dinyatakan siaga atau level III

Menurut Anton, selama ini frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau fluktuatif dengan interval tiga sampai 20 menit. Setiap hari, ujar Anton, jumlah letusan dan kegempaan tidak bisa diprediksikan karena aktivitas vulkanik masih berlanjut.

Bahkan, belum lama ini letusan gunung tersebut mengalami penurunan vulkanik hingga 500 kali per hari. Namun, dua hari terakhir meningkat menjadi di atas 600 kali.

Berdasarkan data yang terekam di Pos Pemantau, intensitas kegempaan Anak Krakatau sepanjang Selasa ini pukul 24.00 WIB tercatat sebanyak 670 kali yakni gempa vulkanik A (dangkal) 48 kali, gempa vulkanik B (dalam) 161 kali, letusan 258 kali, tremor 70 kali dan hembusan sebanyak 133 kali. Karena itu pihak Pos Pemantau gunung tersebut sampai saat ini tidak bisa menentukan kapan status Gunung Anak Krakatau bisa diturunkan menjadi waspada.

Letusan tahun ini, lanjut Anton, termasuk paling lama dibandingkan pada 2001 lalu. Alasanya, letusan tahun ini adanya pembesaran lubang kawah baru yang berlokasi di bukit selatan gunung.(DWI/ANTARA)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori